Larangan Memakai Atribut FPI, Polisi Sosialisasi hingga Desa

Selasa, 5 Januari 2021 16:39

Polisi melakukan sosialisasi maklumat Kapolri soal larangan memakai atribut FPI. (IST)

FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan. Polisi pun gencar menekan warga, agar tidak memakai atribut apapun yang berkaitan dengan ormas terlarang itu.

Bahkan tidak hanya di perkotaan saja. Di perkampungan pun, aparat dari Polsek Polongbangkeng Utara (Polut) memasang brosur berisi maklumat Kapolri, soal bahaya ormas FPI.

Penyebaran maklumat itu dirangkai dalam sebuah patroli di Dusun Bulubumbung I dan Dusun Sauleya, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar.

Pihaknya menyebar maklumat itu di tengah masyarakat. Tak hanya itu, maklumat tersebut juga ditempel di setiap tembok agar bisa dilihat masyarakat dan tidak terjerumus dalam aktifitas apapun yang berkaitan dengan FPI.

“Kami menghimbau masyarakat untuk tidak terlibat secara langsung maupun tidak, dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI yang sudah di bubarkan oleh pemerintah,” kata Kapolsek Polut, AKP Hermansyah, Senin (5/1/2021).

Selain itu pula, perwira tiga balok ini meminta dan menghimbau masyarakat untuk tak mengakses, mengunggah, apalagi sampai menyebarluaskan konten terkait FPI.

“Baik itu melalui website maupun media sosial. Itu semua dilarang,” tegasnya.

Pembubaran ormas keagamaan tersebut lantaran hampir setiap aktifitasnya yang dianggap selalu melanggar aturan. Ormas yang dikomandoi oleh Habib Rizieq Shihab ini juga yang dianggap bertentangan dengan ideologi Indonesia.

Komentar