Menolak Vaksin Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Pengamat Hukum

Selasa, 5 Januari 2021 13:55

Vaksin COVID-19 Sinovac kiriman dari Bio Farma yang didistribusikan ke Provinsi Sulawesi Selatan, tiba di Terminal Kargo...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Vaksin Covid-19 kini sudah beredar di tanah air. Untuk Sulsel sendiri akan memulai vaksin tahap pertama 14 Januari mendatang.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang menolak untuk divaksin dengan alasan takut. Isu ancaman pidana yang menolak vaksin pun beredar di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pengamat Hukum Unhas, Dr Muh Hasrul mengatakan, ancaman pidana bagi masyarakat bukan cara yang bijak. Sebab, tidak ada sedikitpun regulasi yang mengatur itu.

“Mengenai ancaman akan dihukum atau dipidana, saya kira itu belum ada regulasi atau peraturannya. Belum ada yang mengatur itu. Dan saya kira tidak akan dipidana. Terlalu jauh itu dan hanya menakut-nakuti masyarakat,” ujarnya, Selasa (5/1/2021).

Wakil dekan III Fakultas Hukum Unhas ini menyebut, yang perlu pemerintah lakukan adalah menggencarkan sosialisasi betapa pentingnya masyarakat untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Jadi harus lebih banyak masuk menyampaikan sosialisasi ke warga masyarakat tentang pentingnya dan kenapa perluh vaksin serta harus memastikan bahwa vaksin ini aman bagi kita semua. Jangan sampai menimbulkan penyakit dan masalah baru. Dan itu yang ditakutkan oleh masyarakat,” jelasnya

Sejak dini tambah Hasrul, pemerintah sudah harus dapat sosialisasikan pentingnya vaksinasi Covid-19 ini. Seluruh komponen harus turun mulai pemeritah dari tingkat atas sampai paling bawah di RT/RW.

Bagikan:

Komentar