Menolak Vaksin Bisa Dipidana? Ini Penjelasan Pengamat Hukum

Selasa, 5 Januari 2021 13:55

Vaksin COVID-19 Sinovac kiriman dari Bio Farma yang didistribusikan ke Provinsi Sulawesi Selatan, tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, di Kabupaten Maros, Selasa subuh, 5 Januari 2020. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima sebanyak 66.640 dosis vaksin COVID-19 pada tahap pertama yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Tenaga medis di 24 kabupaten/kota akan menjadi prioritas pertama. IDHAM AMA/FAJAR

Mesti menyampaikan ke masyarakat tentang bagaimana pentingnya vaksin dan efek samping dan memastikan bahwa vaksin aman dan sudah uji klinis.

“Saya percaya saja bahwa ini baik untuk kita semua. Tidak mungkin sudah dibeli mahal-mahal dari luar negeri lalu belum di uji klinis,” terangnya

“Karena buat apa kita beli dengan harga yang mahal lalu sembarang pakainya. Cuma yang perlu diterangkan, apakah ini aman? siapa yang duluan di vaksin? bagaimana prosesnya? Inilah yang mesti diselesaikan oleh pemerintah secepatnya,” tutupnya.

Sementara itu, pengamat hukum dari Universitas Bosowa 45, Prof Marwan Mas mengaku, sangat mendukung upaya dari pemerintah memutuskan penyebaran Covid-19 dengan mendatangkan vaksin dari luar negeri.

Namun, tidak setuju apabila masyarakat dibayang-bayangi ancaman sanksi pidana ketika belum siap divaksin.

“Hadirnya vaksin covid itu sangat baik dan perlu disambut baik. Vaksinasi bisa dilakukan asalkan ada jaminan rasa aman bagi masyarakat. Dan saya tidak setuju kalau ada sanksi pidana bagi masyarakat yang belum siap untuk divaksin,” tegasnya.

Adapun sikap yang dapat ditempuh oleh pemerintah dalam melakukan vaksinasi adalah, dengan sosialisasi pentingnya vaksin untuk kita semua.

“Kemudian, memberikan jaminan keamanan bagi yang divaksin. Termasuk efek atau dampak yang ditimbulkan setelah vaksin,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang menolak vaksin, dapat diberikan sanksi administrasi. Bukan ancaman pidana. Alasannya, tidak semua ancamab pidana menjadi solusi terbaik.

Komentar


VIDEO TERKINI