Moeldoko Bilang Calon Kapolri Sudah Ada, Ahmad Sahroni: Belum Ada Surat Presiden kepada Pimpinan Komisi III DPR

Selasa, 5 Januari 2021 13:51

Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Nasdem Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa hal tersebut memang diperlukan demi mendukung kinerja KPK dalam memberantas korupsi. (dok DPR RI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan salah satu tantangan terberat yang dihadapi calon Kapolri ke depan adalah mengutamakan keadilan bagi masyarakat.

Diketahui, pergantian Kapolri tengah menjadi sorotan karena Jenderal Pol Idham Azis segera memasuki masa pensiun pada bulan depan.

“Tantangan menjadi Kapolri ke depan sangat berat, namun saya yakin Kapolri baru bisa melaksanakan tugasnya untuk mengutamakan keadilan bagi masyarakat yang mengadu mencari keadilan,” kata Sahroni di Jakarta, Selasa (5/1).

Legislator Partai NasDem itu menyebutkan, calon Kapolri juga harus memiliki integritas dan kapasitas untuk memimpin institusi Kepolisian yang memiliki tugas besar bagi bangsa Indonesia.

Terkait jadwal pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri, politikus asal Tanjung Priok ini mengatakan belum diagendakan.

Menurutnya, komisi bidang hukum DPR masih menunggu Surat Presiden (Surpres) terkait nama calon Kapolri yang diajukan kepada DPR RI untuk dimintai pertimbangan dan dilakukan uji kelayakan.

“Belum ada Surat Presiden terkait calon Kapolri yang masuk kepada pimpinan Komisi III DPR,” jelas Sahroni.

Sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan nama calon Kapolri yang akan diajukan Presiden ke DPR sudah ada.

“Siapa-nya pasti sudah ada. Kebetulan tidak di kantong saya,” kata Moeldoko di Jakarta, Senin (4/1).

Menurut Moeldoko, pergantian Kapolri sesuatu yang rutin dan prosedural yang sudah ada mekanismenya. Karena itu semuanya tinggal menunggu waktu. Dalam UU nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Pasal 11 ayat (1) disebutkan bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR RI.

Komentar