Neta S Pane Sebut Jendeal Idham Azis Wariskan 2 Kasus Besar, Kasus Sigi dan Pembunuhan Laskar FPI

Selasa, 5 Januari 2021 10:06
Belum ada gambar

Kapolri Jenderal Idham Azis (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan masa kerja Kapolri Jenderal Idham Azis tinggal 20 hari lagi dan selanjutnya akan pensiun.

Sepertinya, kata Neta, Kapolri baru akan mewarisi dua kasus besar yang ditinggalkan Jenderal Idham Azis. “Tentunya tidak akan mudah untuk diselesaikan Kapolri baru,” kata Neta dalam keterangannya, Selasa (5/1).

Neta menyebutkan, dua warisan kasus yang ditinggalkan Idham Azis itu adalah kasus pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang diduga dilakukan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan penembakan yang menewaskan 6 laskar Front Pembela Islam atau FPI di Tol Cikampek.

“Ketidakmampuan menuntaskan kasus Sigi adalah kegagalan Ihdam Azis sebagai mantan petinggi Densus 88 (Antiteror Mabes Polri) yang selama ini sangat agresif memburu teroris,” ungkap Neta.

Dia menjelaskan satu keluarga di Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, dibunuh oleh orang tak dikenal pada Jumat 27 November 2020 pagi.

Pelaku diduga adalah MIT pimpinan Ali Kolara yang beranggota hanya 14 orang. Namun, sudah 35 hari sejak kejadian, pelakunya belum juga tertangkap oleh jajaran kepolisian.

IPW berharap menjelang detik-detik memasuki pensiun, Idham Azis sebagai Kapolri, kelompok Ali Kolara ini bisa ditangkap.

“Sehingga penangkapan ini sebagai hadiah pensiun bagi Idham agar mantan Kapolda Sulteng itu tidak meninggalkan utang kasus yang sulit diselesaikan oleh kapolri penerusnya,” kata Neta.

Bagikan berita ini:
9
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar