Perjalanan Libur Nataru Turun, Begini Respons Menhub

Selasa, 5 Januari 2021 14:37

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah memang berharap terjadinya penurunan arus perjalanan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku senang terkait penurunan arus perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Sebab, di tengah masa pandemi yang masih berlangsung, masyarakat memang diminta untuk tidak berpergian terlebih dahulu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah memang berharap terjadinya penurunan arus perjalanan. Artinya, masyarakat mulai sadar dengan membatasi perjalanan untuk meminimalkan penyebaran Covid-19.

“Telah terjadi penurunan, tapi secara sistematis memang kita kehendaki. Penurunan ini bukan suatu prestasi bagi kita, justru saya apresiasi,” ujarnya dalam acara penutupan Posko Nataru 2020 secara virtual, Selasa (5/1).

Budi Karya menyebut, memang sejak menjelang libur Nataru, pemerintah mengimbau agar masyarakat tetap melakukan perayaan dan kegiatan di rumah. Meski tak ada larangan tegas untuk perjalanan ke luar kota.

“Di satu sisi kita kan nggak melarang pulang kampung, wisata, dan sebagainya, tapi secara bijak kita sampaikan tinggal di rumah lebih baik,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari semua sektor transportasi, arus perjalanan penumpang turun 40 persen lebih. Di sektor darat sendiri arus perjalanan turun 58 persen dari tahun lalu, yaitu dari 13 juta jadi 5,6 juta.

Kemudian di sektor penyeberangan arus perjalanan turun 47 persen dari 3 juta penumpang menjadi 1,5 juta saja. Di sektor udara turun 42 persen dari 3,6 juta penumpang menjadi 2 juta penumpang.

Sementara itu, di sektor angkutan laut arus perjalanan turun 62 persen dari 1,3 juta penumpang menjadi hanya 500 ribu penumpang. Paling banyak penurunan terjadi di sektor kereta api, arus perjalanan turun 83 persen.

“Rupanya paling banyak turun ini kereta api, dari 3,4 juta jadi 565 ribu,” tutupnya. (JPC)

Komentar