Roy Suryo: Mau Disebut SeaGlider atau Drone, Keduanya Adalah AUV

Selasa, 5 Januari 2021 09:26

Drone bawah laut yang ditemukan di perairan laut Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Foto @Jatosint

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar telematika Roy Suryo menanggapi penemuan drone milik China di perairan Selayar, Sulsel, Indonesia. Menurut Roy, drone ini fungsinya mata-mata.

Politisi Demokrat ini juga menyindir inkonsistensi pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin dalam hal memberikan penjelasan terkait penemuan drone di Kepulauan Selayar, Sulsel, ini.

“Baru beberapa saat disebut “Bukan Drone” tetapi “SeaGlider” (Meski saya tegaskan di Twit sebelumnya bahwa Fungsinya SAMA: Alat Mata-mata). Sekarang diakui sebagai “Drone”,” sindir Roy Suryo melalui akun Twitter @KRMTRoySuryo2, Selasa (5/1/2021).

Roy menambahkan emojion tertawa berguling di lantai dalam unggahan ini.

“Ini mengingatkan kita pada istilah “Mudik” & “Pulang Kampung” dulu. Atau “Pelanggaran HAM” baru-baru ini. Oh!,” sindirnya lagi.

Dalam cuitan kali ini, Roy Suryo juga menambahkan sebuah screenshoot berita CNNindonesia berjudul : “KASAL TNI: Drone Seaglider Bisa Intai Kekayaan Laut Indonesia”.

Beberapa jam sebelumnya, mantan Menpora RI ini juga mengunggah terkait penemuan drone ini.

“Mau disebut “SeaGlider” atau “Drone”. Keduanya adalah AUV / Autonomous Underwater Vehicle berkamera & bertransmitter yg digunakan utk memantau (baca: Memata-matai) mandiri,” katanya.

“Jelas pemiliknya tidak akan “mengaku”. Namanya juga barangnya ketahuan orang. Tetap saja kecolongan,” jelas Roy. (pojoksatu/fajar)

Komentar