Setahun Habiskan Rp400 M, Pemprov Pangkas Jumlah Tenaga Kontrak

Selasa, 5 Januari 2021 19:06

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Upah tenaga kontrak ternyata menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Mencapai Rp400 miliar setiap tahunnya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdulah sudah meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta BKD untuk memangkas anggaran tersebut. Kalau perlu, dikurangi setengahnya menjadi Rp200 miliar saja.

Menurut Nurdin selama ini Rp400 miliar selalu dihabiskan untuk membayar tenaga kontrak. Tahun ini dia ingin perekrutannya betul-berul terkontrol. Tak lagi menjadi kewenangan OPD, melainkn ada tahapan pengangkatan yang mesti dilalui.

“Saya sudah minta agar di screening dulu. Yang mana dipertahankan, yang mana tidak perlu. Kasihan kita bebani APBD dengan hal tidak perlu,” bebernya di ruang rapat pimpinan kantor gubernur, siang kemarin.

Sementara, kata dia, ada orang produktif yang bisa memberi sumbangsih lebih besar. Akan tetapi mereka tak diakomodir dalam pemerintahan.

“Makanya kita ingin agar anggaran itu terpangkas sampai Rp200 miliar. Sisanya bisa digunakan untuk yang lain,” tambahnya.

Terpisah Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, Imran Jauzy mengatakan, ada dua cara yang ditempuh pemprov untuk melalukan efisiensi anggaran. Yakni mengurangi jumlah tenaga kontrak dan mengevaluasi sistem penggajian.

Ada total 16.387 orang tenaga kontrak. Namun yang dipangkas akan terfokus untuk posisi tenaga administrasi dan tenaga penunjang sebanyak 5.697 orang. Jika perlu, kata dia, akan dikurangi sampai setengah dari jumlah tersebut.

Komentar