11 Proyek Berjalan Lelet di Kota Parepare, Begini Tanggapan Dewan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PAREPARE-- Pembangunan di Parepare anggaran tahun 2020 tidak tuntas. Ada 11 yang ditemukan terlambat. Gagal selesai tepat waktu. Hal itu menjadi atensi Komisi III DPRD Parepare.

Proyek itu tersebar di empat SKPD. Yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ada dua. Disperkimtan ada empat titik betonisasi. Dinas PUPR ada empat proyek. Proyek Museum Habibie yang merupakan gawaian Disdikbud juga terlambat.

Lantas apa penyebabnya?. Komisi III DPRD mengunjungi proyek tersebut. Dewan mempertanyakan hal tersebut ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ketua Komisi III DPRD Parepare Rudy Najamuddin tak ingin lagi ada proyek pembangunan yang terlambat. Apalagi sampai menyebrang tahun. Rudy mengatakan akan mengevaluasi sistem realisasi fisik.

"Ini akan menjadi bahan evaluasi DPRD dan Pemkot Parepare. Kami minta Pemkot beri sanksi tegas kepada rekanan. Kalau perlu blacklist saja," ujarnya, Rabu 6 Januari.

Sementara, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare Yasser Latief menyesalkan adanya proyek terlambat. Parahnya, kata dia, ada proyek depan kantor Walikota. Ini menjadi bukti pemerintah tidak taat anggaran.

"Kita temukan banyak proyek yang dikerjakan akhir tahun. Padahal itu dianggarkan di APBD Pokok. Belum lagi ada sudah dibayar 90 persen tapi pekerjaannya masih 70 persen. Ini jelas tidak taat anggaran," sesal YL -sapaanya-.

Beragam alasan dari PPK proyek. Itu ia beberkan setelah dicecar pertanyaan oleh dewan. Alasannya, mulai karena cuaca hingga waktu mepet.

"Itu diakibatkan faktor cuaca. Ada juga karena faktor lokasi. Medannya harus mendaki. Waktu pekerjaan juga mepet. Poyek terlambat kena denda. Kita belum hitung dendanya," jelasnya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disperkimtan Andi Hasbullah. (gsa)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan