Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Australia Khawatir

Rabu, 6 Januari 2021 09:56

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir dipastikan bebas pada Jumat 8 Desember 2021.

Kepastian itu ternyata membuat Australia parno alias khawatir Baasyir bakal kembali memicu aksi-aksi teror lain di kemudian hari.

Kekhawatiran itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne yang mendesak Pemerintah Indonesia memastikan bahwa Baasyir benar-benar sudah tidak berbahaya lagi.

“Kedutaan kami di Jakarta telah menjelaskan keprihatinannya,” ujar Payne dilansir dari Reuters, kemarin.

Menurutnya, perlu penanganan khusus terhadap pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu.

“Orang seperti itu perlu dicegah melakukan serangan di masa depan terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” sambungnya.

Dalam pemberitaan lainnya, Payne menyebut bebasnya Baasyir akan berdampak pada psikologis keluarga dan kerabat 88 warga Australia yang terbunuh pada 2002 lalu.

Juga kepada empat orang Australia lainnya yang meninggal di Bali 2005 lalu akibat aksi terorisme yang dikomandani Baasyir.

Kendati demikian, dilansir dari The Australian, Payne menyatakan tidak akan melayangkan keberatan atas bebasnya Baasyir.

“Kami menghormati kedaulatan dan independensi sistem hukum di Indonesia,” terangnya.

Dikutip dari RMCO.id, sikap sama dari Australia terhadap Baasyir pernah diungkap pada 2018 lalu.

Hal itu dipicu kabar bahwa Presiden Jokowi akan mengkaji pemberian keringanan hukuman kepada Baasyir karena alasan kemanusiaan.

Komentar