Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Australia Khawatir

Rabu, 6 Januari 2021 09:56

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (Dok.JawaPos.com)

Negeri Kanguru itu pun mengungkit peristiwa bom Bali I dan II yang korbannya kebanyakan warga Australia.

Lalu, apa yang membuat sikap Australia begitu parno terhadap sosok Baasyir?

Direktur Institute for Policy Analysis of Conflict, Sydney Jones menganalisis, meski Ba’asyir tidak memerintahkan melakukan aksi bom Bali I dan II, namun saat itu Ba’asyir merupakan ketua kelompok Jamaah Islamiah (JI).

“Secara eksplisit dia tidak menyuruh aksi yang menyebabkan lebih dari 200 orang meninggal. Dia juga tak berbuat apa-apa untuk mencegah rencananya,” kata Jones, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Jones mensinyalir, Baasyir telah menandatangani janji setia kepada Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, Ba’asyir memperoleh remisi sebanyak 55 bulan.

“Syarat napiter (narapidana terorisme) dapat remisi itu perjanjian setia terhadap NKRI,” bebernya.

Jones juga tak bisa menduga-duga bebasnya Baasyir bakal membangkitkan terorisme lagi.

Sebab selama satu dekade ini, Baasyir tak lagi memiliki kontribusi pada kelompok JI.

“Dia juga dikabarkan sudah menjauh dari ISIS. Kita lihat saja,” ujarnya. (rmco/pojoksatu/fajar)

Komentar