Australia Khawatir Abu Bakar Ba’asyir Bebas, Syaifullah Tamliha Bilang Ini

Rabu, 6 Januari 2021 10:17

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bebasnya terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir pada Jumat (8/1/2021) mendatang, memicu kekhawatiran dari Australia.

Australia pun mengungkit-ungkit peristiwa bom Bali I dan II yang kebanyakan korbannya adalah warga Australia.

Terlebih, Negeri Kanguru itu menilai, Baasyir memiliki peran penting dalam dua aksi terorisme tersebut.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR RI, Syaifullah Tamliha meminta Australia tidak merespon berlebihan terkait bebasnya Baasyir.

Karena hal ini hanya membuat rakyat Indonesia curiga Australia tengah memainkan strategi politik internasionalnya, untuk memperburuk citra Indonesia.

“Seakan-akan Indonesia tidak aman yang berakibat investasi asing tidak berminat masuk ke negara kita,” ujar Tamliha, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Apalagi, lanjut Tamliha, usia Ba’asyir tak lagi memungkinkan mengorganisir perbuatan yang dulu pernah digagasnya.

Atas pertimbangan itu, dia meminta Australia menghormati proses hukum di Indonesia.

“Abu Bakar Ba’asyir sudah tua dan sakit-sakitan. Dalam istilah perang ‘seperti menembak itik di kaki’,” tandas Ketua DPP PPP ini.

Untuk diketahui, Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, menyampaikan kekhawatirannya atas bebasnya pengasuh Pondok Pesantrem Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo itu.

Australia khawatir, saat bebas nanti, Baasyir bakal memicu aksi-aksi teror lain di kemudian hari.

Karena itu, Australia mendesak Pemerintah Indonesia memastikan bahwa Baasyir benar-benar sudah tidak berbahaya lagi.

Komentar


VIDEO TERKINI