Dua Teroris yang Tewas Ternyata Pernah Terlibat Bom Bunuh Diri di Filipina

Rabu, 6 Januari 2021 17:47

Teroris yang tewas di Makassar MR (Baju Merah) dan SA (Baju Biru)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tewasnya teroris berinisial MR dan SA dianggap sebagai orang yang berperan sebagai baiat atau yang melantik pimpinan ISIS.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam. Kata dia, dia membaiat pimpinan atau khilafah ISIS bersama ratusan jemaah lainnya.

“Bersama dengan ratusan lainnya yang melakukan baiat terhadap khilafah atau isis pada 2015 di Pondok Pesantren Ar Ridho, pimpinan Ustaz Basri yang meninggal di Nusakambangan dalam kasus teror,” katanya, Rabu (6/1/2020).

Tonton Juga : Dua Terduga Teroris yang Tewas Tertembak Pernah Terlibat Pengeboman Gereja di Filipina

“Juga melakukan kajian khusus pendukung daulah di Villa Mutiara Yayasan Ar Ridho tahun 2016 bersama keluarga hijrah bermaksud bergabung organisasi ISIS di suriah. Namun dibatalkan di Bandara Soekarno-Hatta,” sambung perwira tinggi dua bintang ini.

Keduanya juga pernah terlibat dalam kasus bom bunuh diri yang terjadi di Filipina, tahun 2019 lalu.

“Kemudian dalam pengiriman dana kepada pelaku bom bunuh diri di gereja katedral Jolo, Filipina. Di mana, pelaku merupakan kelompok jamaah Villa Mutiara,” jelasnya.

Hingga pada Oktober 2020 lalu, kedua teroris yang tewas tertembak oleh Tim Densus 88 di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar ini aktif melakukan kegiatan tembak menembak.

“Mulai bulan Oktober 2020 lalu secara rutin melakukan latihan menembak dan naik gunug atau idat,” jelasnya.

Komentar