Herman Khaeron: Dulu BLT ala SBY Dicibir, Hari ini Dikloning Jadi Program Unggulan

Rabu, 6 Januari 2021 19:09

Petugas PT Pos Indonesia mendatangi rumah warga untuk memberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) di kawasan Salemba, Jakarta,...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Politisi Partai Demokrat Herman Khaeron angkat suara soal kebijakan pemerintah mengubah bantuan sosial (bansos) Covid-19 dari semula sembako menjadi uang tunai khusus wilayah Jabodetabek.

Menurutnya, program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dicanangkan pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memiliki rujukan dan telah terbukti di negara lain.

“Kalau banyak belajar dan suka baca, Program Bantuan Langsung Tunai itu ada referensinya, dan ada contohnya dinegara lain,” kata Herman melalui akun Twitter @akang_hero, Rabu (6/1).

Ia mengatakan, saat pemerintahan SBY banyak pihak yang mencemooh program BLT.

Namun kini, menurutnya, bansos tunai dijadikan program sosial unggulan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia pun mengaku bersyukur program sosial warisan SBY masih bermanfaat hingga saat ini.

“Dulu mencemooh dan mencibir, lantas hari ini dikloning menjadi program sosial unggulan. Alhamdulillah legacy program sosial Presiden SBY bermanfaat saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Sosial DKI Jakarta menyatakan masyarakat di Jabodetabek tak lagi menerima bantuan sosial (bansos) berbentuk sembako pada 2021.

Bansos sembako diganti dengan Bantuan Sosial Tunai (BST) sesuai keputusan pemerintah.

“Setiap penerima bantuan sosial tunai akan mendapatkan uang sebesar Rp300.000 yang diberikan selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021,” ujar Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah di Jakarta, Senin (4/1).

Komentar