Masinton PDIP Ungkit Peristiwa 1998, Sebut FPI Penggangu Gerakan Prodemorkasi

Rabu, 6 Januari 2021 18:39

Politisi PDIP Masinton Pasaribu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu menegaskan, pembubaran Front Pembela Islam (FPI) langkah yang tepat.

Hal itu menanggapi anggapan sebagian kalangan yang menyebut pembubaran FPI sebagai upaya menghabisi demokrasi.

Sebaliknya, pembubaran FPI adalah bentuk kehadiran negara untuk menjamin hidup dan tumbuhnya ruang berdemokrasi.

“Seperti menjamin dan melindungi ruang berdemokrasi dalam masyarakat secara aman dan nyaman dari aksi-aksi organisasi yang justru sejatinya antidemokrasi,” kata Masinton kepada wartawan, Rabu (6/1/2020).

Karena itu, politisi PDIP ini sepakat dengan langkah tegas yang diambil pemerintah. Apalagi sejak awal, FPI dinilainya sudah mengganggu jalannya demokrasi di tanah air.

“Pada 1998 bersama Pam Swakarsa, FPI mengganggu aksi-aksi gerakan mahasiswa prodemokrasi yang memperjuangkan reformasi total saat itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, usai dibubarkan, sejumlah pentolan FPI langsung mendeklarasikan ormas baru dengan nama Front Persatuan Islam.

Ormas yang dideklrasikan beberapa jam usai pembubaran itu juga memiliki singkatan yang sama, yakni FPI.

Terbaru, tokoh FPI merevisi bahwa ormas baru yang disepakati bukan lagi Front Persatuan Islam.

Disebutkan, ormas baru itu bernama Front Persaudaraan Islam yang juga disingkat FPI.

“Insyaallah Front Persaudaraan Islam (FPI) dalam waktu dekat diluncurkan,” kata Aziz Yanuar, Selasa (5/1/2021).

Tim kuasa hukum HRS ini mengakui, awalnya memang disepakati bahwa namanya adalah Front Persatuan Islam.

Komentar