Polri Tebar Ancaman bagi Importir, Kalau Ada yang Bermain, Ini Pidananya!

Rabu, 6 Januari 2021 14:15

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Belakangan ini tahu dan tempe di pasar-pasar tradisional mulai langka. Ada beberapa penyebab sulitnya menemukan tempe dan tahu di pasaran.

Salah satunya para perajin tahu-tempe telah melakukan mogok produksi karena melonjaknya harga kedelai sebagai bahan baku tempe-tahu.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan, pihak akan melakukan penindakan tegas bila mencoba melakukan penimbunan dan memainkan harga bahan baku tahu tempe yakni kedelai.

“Apabila ditemukan ada dugaan pidana maka Satgas Pangan akan melakukan penegakan hukum,” kata Argo Yuwono kepada wartawan, Rabu (6/1/2021).

Jendral binta dua ini mewanti-wanti importir kedelai agar jangan coba-coba menimbun bahan baku tersebut.

Apalagi Satgas Pangan Bareskrim Polri sendiri sudah melakukan pengecekan ke gudang-gudang importir kedelai.

Diantaranya adalah, gudang yang berada di Bekasi, yakni, PT. Segitiga Agro Mandiri. Dalam temuannya, bahwa perusahaan itu bergerak di bidang impor kedelai ex Amerika dengan kapasitas antara 6.000 hingga 7.000 ton per bulan.

“Kedelai import tersebut selain diperuntukan guna pemenuhan industri tahu dan tempe untuk kwalitas II juga dipergunakan untuk proses pakan ternak dan proses pembuatan minyak kedelai serta produk turunan lainya,” ujar Argo.

“Kelangkaan kedelai di pasar terutama importir, apabila di temukan ada dugaan pidana. Akan dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.(fir/pojoksatu)

Komentar


VIDEO TERKINI