Sebut Hidupnya Sudah Hancur, Pinangki: Mohon Belas Kasihan Yang Mulia

Rabu, 6 Januari 2021 22:42

Pinangki Sirna Malasari. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID — Pinangki Sirna Malasari yang merupakan mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung meminta jaksa penuntut umum (JPU) tidak menuntutnya dengan hukuman maksimal.

Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) itu mengaku menyesali perbuatannya.

“Sangat menyesal, yang mulia. Tidak sepantasnya saya berbuat seperti ini. Saya mohon penuntut umum agar tuntutannya berbelas kasihan,” kata Pinangki saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (6/1/2021).

“Mohon belas kasihan yang mulia, agar kiranya bisa memutuskan belas kasihan, anak saya masih 4 tahun, bapak saya sakit,” sambungnya.

Pinangki meminta belas kasihan terhadap Jaksa dan juga Majelis Hakim. Dia memastikan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya menyesal. Saya berjanji tidak akan dekat-dekat lagi. Saya mau jadi ibu rumah tangga saja kalau saya sudah selesai (menjalani hukuman). Saya nggak tahu lagi musti gimana, hidup saya sudah hancur. Tak ada artinya lagi,” tandas Pinangki.

Pinangki Sirna Malasari didakwa menerima uang senilai USD 500 ribu dari yang dijanjikan sebesar USD 1 juta oleh Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal ini dilakukan agar Djoko Tjandra bisa lepas dari eksekusi pidana penjara kasus hak tagih Bank Bali.

Komentar


VIDEO TERKINI