Sebut Oposisi Mandul, Ujang Komaruddin: Maka Bandul Rakyatlah yang Akan Bergerak

Rabu, 6 Januari 2021 16:01

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengamat Politik Ujang Komarudin memprediksi di tahun 2021 bakal terjadi peristiwa penting diperpolitikan tanah air.

Hal tersebut dikatakan Ujang, melihat dari peristiwa yang terjadi pada tahun 2020 lalu dinilai memiliki kesinambungan dengan proyeksi 2021.

“Nah, apa yang akan menarik di tahun ini, saya melihat tidak banyak terjadi perubahan politik,” kata Ujang saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (6/1/2020).

“Artinya, hanya ada dua bandul politik besar, apa? yang pertama bandul pemerintah kedua bandul rakyat” lanjutnya.

Jadi, ungkap Dosen Universitas Al-Azhar itu, yang akan bertarung pada tahun ini yaitu kekuatan rakyat karena partai oposisi di Parlemen dinilai tidak kuat.

“Pemerintah versus rakyat. Kenapa demikian, karena kita tahu, hari ini di Parlemen kita tidak melihat opisisi kuat,” tuturnya.

Menurut Direktur Eksklusif Indonesia Political Review (IPR) itu hal tersebut terjadi lantaran partai-partai politik lebih cenderung merapat ke pemerintah.

“Hampir 85 persen parpol-parpol merapat ke pemerintah kekuatan perlemen dikuasai koalisi pemerintah,” ucapnya.

“Hanya PKS dan Demokrat dan itu pun tidak cukup kuat melawan kekuatan partia koalisi pemerintah,” terangnya.

Oleh karena itu, Ujang tidak yakin kedua partai tersebut mampu melawan kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat.

“Saya melihat opisisi tidak jalan dan perlemen mandul, maka bandul rakyatlah yang akan bergerak dan rakyat juga akan menjadi oposisi,” jelasnya.

Ujang juga menyayangkan sikap Prabowo Subianto dan dan Sandiaga Uno memutuskan bergabung bersama Kabinet Indonesia Maju.

Padahal, lanjutnya, seharusnya mantan Capres-cawapres 2019 itu menjadi icon atau simbol oposisi kekuatan rakyat dan di Parlemen.

“Tapi, hari ini kita saksikan kedua-keduanya menjadi pembantu Jokowi,” kata Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Kendati demikian, tambah Ujang, rakyat masih punya harapan karena munculnya kekuatan sipil sosialiti.

“Nah, kekuatan sipil sosialiti inilah sebenarnya yang akan berteriak mengkritik pemerintah dari hari demi hari selama tahun 2021 ini,”

Ia menuturkan munculnya kekuatan sosialiti tersebut tidak lain atas dasar bahwa banyak kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat.

“aya tidak heran dan tidak aneh, proyeksi 2021 ini lebih diwarnai oleh kekuatan besar itu yaitu pemerintah versus rakyat karena DPR mandul,” tandas Ujang. (pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
7
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar