Sudah Jadi Kader PDIP, Golkar Masih Incar Budiman

Rabu, 6 Januari 2021 20:27

Wakil Bupati Terpilih Luwu Timur, Budiman (Paling kanan) usai menemui Ketua DPD I Partai Golkar, Taufan Pawe (TP) di Parepare, Senin 28 Desember 2020.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Wabup Lutim terpilih, Budiman menjadi incaran banyak partai. Meskipun Budiman telah menjadi kader PDIP, nyatanya partai lain seperti Golkar masih mengincar.

Wakil Bupati Terpilih Luwu Timur, Budiman sempat menemui Ketua DPD I Partai Golkar, Taufan Pawe (TP) di Parepare, Senin 28 Desember 2020 lalu.

Pertemuan tersebut membahas banyak hal mulai dari kemenangan Paslon Thorig Husler (almarhum)-Budiman di Lutim, gugatan ke MK dan posisi ketua Golkar Lutim yang kosong pasca meninggalnya Thorig Husler.

Pertemuan tersebut juga menguatkan kabar yang beredar bahwa Golkar Sulsel sedang mendekati dan melobi agar Budiman masuk menjadi kader Golkar.

Belakangan, Budiman malah bergabung menjadi kader PDIP.Bahkan dalam pertemuang yang berlangsung Kamis, 31 Desember tersebut Budiman berfoto dan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KT) sebagai kader PDIP.

Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe menyebut, pihaknya masih mengincar Budiman menjadi kader Golkar. ”Insyaallah dia (Budiman) akan pegang panji Golkar,” ungkap Taufan, Selasa, 5 Januari.

Adapun, Wakil Bupati Luwu Timur terpilih, Budiman Hakim enggan memberikan keterangan. ”Kami masih berduka dan kita masih menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi, ”kata Budiman singkat.

Adapun, Pengamat Politik Unhas, Sukri Tamma menjelaskan posisi Budiman saat ini memang akan menjadi rebutan partai politik. Sebab Budiman lah yang nantinya akan menjadi Bupati Lutim pasca meninggalnya bupati terpilih, Thorig Husler.

Golkar kata Sukri memang akan selalu mengincar kepala daerah terpilih untuk dapat menjadi kadernya. Dengan demikian pengaruh mereka di pemerintahan akan terasa dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan partai.

Soal kabar Budiman yang bergabung ke PDIP dan mengakui langkah tersebut, kemungkinan sudah menjadi kesepakatan dengan almarhum Thorig. Akan tetapi bisa saja saat itu tidak dipikirkan kondisi luar biasa seperti saat ini. ”Ini terjadi di luar prediksi sehingga terjadi polemik dan tarik menarik partai untuk menjadikan Budiman sebagai kader,” paparnya.

Sukri memproyeksikan, akan ada konsolidasi ulang antar partai pengusung Thorig-Budiman. Agendanya membahas pendamping Budiman nantinya sekaligus kader dari partai mana yang akan dipilih. (abd-shd/arm)

Bagikan berita ini:
6
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar