Delapan Kantor OPD Jatim Lockdown

Kamis, 7 Januari 2021 15:52

AMBIL SAMPEL: Sekretaris DPRD Jatim Andik Fadjar Tjahjono menjalani rapid test antigen, Rabu (6/1). (ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Meningkatnya kasus Covid-19 di Jawa Timur sejak akhir tahun lalu membuat DPRD Jatim melakukan antisipasi dengan cara tracing dan testing seluruh anggota dewan hingga staf-staf yang ada di DPRD Jatim.

Apalagi, pekan lalu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengumumkan dirinya terpapar Covid-19.

“Ini merupakan upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan DPRD Jatim. Jadi, para anggota dewan dan sekretariat diperiksa dengan menggunakan rapid antigen,” ujar Sekretaris DPRD Jatim Andik Fadjar Tjahjono, Rabu (6/1).

Meski demikian, Andik mengatakan, rapid antigen ini tidak dilakukan secara bersamaan, tetapi bergiliran setiap harinya. “Tujuannya agar tidak menimbulkan kerumunan. Ini sudah dimulai sejak Senin (4/1), sebelum rapat pimpinan,” ungkapnya.

Menurut Andik, tracing ini bertujuan untuk mengetahui sejak dini siapa saja yang terpapar Covid-19. Selama ini DPRD Jatim sejatinya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Sejauh ini dari hasil tracing dan testing belum ditemukan anggota yang positif,” katanya.

Jika nantinya ada yang terpapar Covid-19, pihak dewan akan mengambil tindakan khusus. Jika tidak terlalu parah, maka bisa dilakukan dengan isolasi mandiri. “Tapi kalau parah, kita akan merujuk ke RSUD dr Soetomo,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, tracing dan testing adalah hal wajar dan memang harus dilakukan ketika ditemukan kasus positif. Terlebih yang terpapar adalah orang nomor satu di Jatim. “Ini bukan pertama kalinya kita melakukan swab dan menemukan yang positif. Sudah ada standar operasional prosedur (SOP) yang tetapkan. Jadi, sangat jelas bagaimana kemudian insan Pemprov melakukan isolasi mandiri,” tegasnya.

Komentar