Dihantui PSBB dan Jam Malam, Apindo Sulsel: Kami Sudah Merana 8 Bulan

Kamis, 7 Januari 2021 13:39

Pantai Losari

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemberlakuan jam malam yang diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendatangkan dampak negatif bagi pelaku usaha. Meski begitu pengusaha mengaku tetap harus mematuhi aturan tersebut demi menekan laju penyebaran Covid-19.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Yusran Ib Hernald mengaku risiko penerapan jam malam bagi sektor ekonomi, dampaknya begitu terasa karena mengakibatkan roda perekonomian kembali melambat dan bahkan terancam mandek.

Apalagi kembali berhembus wacana bakal diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Sulsel. Hal ini semakin membuat pengusaha kalang kabut.

“Memang sekarang peningkatan penderita Covid-19 sangat meningkat khususnya di Jawa. Kalau kita di Sulsel juga terjadi peningkatan yang cukup tinggi khususnya di Makassar,” ujar Yusran kepada fajar.co.id, Kamis (7/1/2021).

“Namun demikian harus dipertimbangkan matang-matang terkait pemberlakuan PSBB karena dampak terhadap dunia usaha sangat berat dan mengakibatkan perekonomian akan melambat dan bahkan bisa berhenti. Dengan SE walikota saja terkait pembatasan jam operasional dikota makassar dampaknya sangat luar biasa belum lagi pemerintah tidak siap untuk mengantisipasi dampak dari PSBB akibat kekurangan anggaran,” sambungnya kemudian.

Untuk itu, Apindo mengusulkan bahwa pemerintah sebaiknya mengajak pelaku usaha baik bersakala besar maupun UMKM untuk duduk bersama mencari jalan keluar terkait nasib mereka jika pemberlakuan jam malam kembali diperpanjang atau bahkan PSBB jadi diberlakukan kembali.

Komentar