Ribut-ribut Lelang Jabatan Pemkot Makassar, Legislator Gerindra: Buang-buang Anggaran Saja!

Kamis, 7 Januari 2021 17:50

Anggota Komisi A bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, mengklaim sudah mendapat restu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian untuk mengisi 14 Jabatan Kosong Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Makassar.

Menurutnya, Pemkot hanya menanti izin rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) setelah pengisian jabatan dari Kemendagri telah dikantonginya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Kasrudi angkat bicara terkait terobosan Rudy Djamaluddin yang terkesan begitu ngotot itu. Kata dia, lelang jabatan bukanlah sesuatu yang mendesak. Malah dinilai hanya buang-buang anggaran.

“Kalau sampai jadi (lelang jabatan), saya akan terus berteriak. Itu tidak boleh sebenarnya. Ini buang anggaran di masa pandemi. Sebaiknya tunggu Walikota terpilih. Lelang jabatan ini buang anggaran saja,” ketus Kasrudi saat dihubungi, Kamis (7/1/2020).

Legislator Gerindra itu mengatakan, masih banyak persoalan yang lebih penting dibanding lelang jabatan, mulai dari menekan penyebaran Covid-19 yang masih terus melonjak naik, hingga curah hujan yang tinggi yang berakibat banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar.

“Kami akan pantau dan memberi warning kepada Pemkot jika ingin melakukan lelang jabatan dalam waktu dekat,” tegasnya.

Kasrudi pun mengaku khawatir, jika lelang jabatan dilanjutkan, maka potensi terjadi jual beli jabatan berpeluang terjadi.

“Nanti kasih Walikota terpilih lakukan lelang jabatan supaya visi misinya sama, jadi orang bekerja nanti yang terpilih bekerja sesuai visi misi wali kota Makassar terpilih,” katanya.

Komentar