Rusuh di Gedung Capitol AS, Bush dan Obama: Muak dan Memalukan!

Kamis, 7 Januari 2021 14:48

Barack Obama mengutuk keras kerusuhan yang terjadi di Gedung Capitol AS setelah pendukung Trump menyerbu ke dalam (ALEX EDELMAN / AFP)

“Petugas MPD yang dipanggil untuk membantu Polisi Capitol AS terluka dalam kerusuhan itu, dan seorang warga sipil ditembak,” ujarnya.

Sementara presiden terpilih Joe Biden muncul di televisi nasional untuk mengutuk kekerasan itu. “Saya meminta Presiden Donald Trump untuk tampil di televisi nasional, sekarang, untuk memenuhi sumpahnya dan membela konstitusi dan menuntut diakhirinya pengepungan ini,” kata Biden.

“Menyerbu Capitol, menghancurkan jendela, menduduki kantor, dan mengancam keselamatan pejabat terpilih bukanlah protes. Itu pemberontakan,” tegas Biden.

Dalam laman Skynews, hal senada dikatakan mantan presiden Barack Obama yang menuduh Trump menghasut para pendukungnya untuk menyerbu Capitol. Obama menggambarkannya sebagai momen memalukan.

“Sejarah dengan tepat akan mengingat kekerasan hari ini di Capitol, dihasut oleh presiden yang sedang duduk yang terus berbohong tanpa dasar tentang hasil pemilihan yang sah. Ini aib, aib besar bagi kita,” jelas Obama.

“Narasi fantasi mereka telah berputar semakin jauh dari kenyataan, dan itu dibangun di atas kebencian selama bertahun-tahun. Sekarang kami sedang melihat konsekuensinya, melesat menjadi crescendo yang keras,” tukas Obama. (JPC)

Komentar