Solar Habis, Nelayan Pulau Sapuka Sepuluh Hari Tidak Melaut

Kamis, 7 Januari 2021 11:02

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Sepuluh hari nelayan Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya tak melaut. Stok Bahan Bakar Minyak (BBM), jenis solar tidak tersedia sejak 10 hari di pedagang yang ada di Pulau Sapuka.

Salah seorang tokoh masyarakat Pulau Sapuka, Ramlan mengatakan, solar habis sejak 10 hari yang lalu. Hingga kini kapal-kapal nelayan hanya bisa bersandar di pinggir pantai saja.

“Tolong dibantu nelayan-nelayan disini susah melaut karena tidak ada solar. Sudah 10 hari seperti ini kondisinya. Kapal-kapal tinggal bersandar. Perrkonomian lumpuh karena susahnya cari solar. Sama sekali kosong tidak ada lagi di pedagang-pedagang,” bebernya, Rabu (6/1/2021).Lebih lanjut Ramlan juga menjelaskan sulitnya memperoleh solar dari para pedagang yang mengambil stok di Kota Makassar disebabkan kondisi di perairan Makassar yang dilanda gelombang tinggi dan angin kencang.

Sehingga katanya, nelayan juga kerap mengambil solar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, dikatakan, mereka juga terhambat regulasi kuota daerah untuk penyediaan solar.

“Pertamina di Pulau Sapuka itu memang tidak ada. Jadi biasanya hanya pedagang dan nelayan-nelayan yang ambil di Makassar atau Lombok. Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu sehingga tidak ada kapal yang ke kota. Bahkan juragan kapal takut muat BBM dengan jumlah banyak disebabkan sudah ada beberapa diantara mereka yang pernah ditangkap karena muat BBM tanpa ada izin, ini menjadi persoalan disatu sisi ini juga kebutuhan nelayan, kita sangat berharap segera ada solusi,”bebernya.

Bagikan:

Komentar