Tiga Agenda Mentan SYL Tangani Lonjakan Harga Kedelai

Kamis, 7 Januari 2021 18:13

Mentan Syahrul Yasin Limpo menemui produsen tahu dan tempe. (Twitter @Syahrul_YL)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Kenaikan harga kedelai membuat produsen tahu dan tempe kena imbasnya. Dampak lebih jauhnya, masyarakat kini semakin sulit membeli dua makanan olahan itu. Kalaupun ada, harganya sudah mahal.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan kenaikan harga kedelai di Indonesia merupakan dampak kenaikan harga dunia.

“Kontraksi harga kedelai global saat ini membuat pasar dalam negeri ikut terkena imbasnya. Untuk menyelesaikan polemik ini, saya telah siapkan langkah untuk menjaga stabilitas dan pasokan kedelai,” kata SYL dikutip dari akun Twitternya, Kamis (7/1/2021).

Untuk menangani masalah itu, Kementerian Pertanian bersama stakeholder lainnya telah menyusun tiga agenda utama.

“Pertama, stabilisasi harga. Pasokan tidak boleh ada yang terganggu dan harus dipastikan aman. Harga tidak boleh terlalu turun dan tidak boleh terlalu naik,” sebut SYL.

Untuk agenda kedua, Kementerian Pertanian berupaya meningkatkan produktivitas kedelai lokal.

“Kedua, dalam jangka waktu 200 hari ke depan produktivitas lokal harus terus ditingkatkan agar bisa menopang kebutuhan,” jelas mantan Gubernur Sulsel itu.

Terakhir, Kementan berusaha mewujudkan swasembada kedelai. Sebagaimana janji Presiden Joko Widodo sejak tahun 2014 lalu.

“Ketiga, agenda jangka panjang kita targetkan bisa mensuplai kebutuhan kedelai secara mandiri, sehingga ketika negara lain penyuplai kedelai mengalami kendala tidak berimbas terhadap kebutuhan dalam negeri,” pungkasnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar