8 Pebulutangkis Indonesia Terlibat Match Fixing, 3 Dihukum Seumur Hidup, Ini Peran Mereka dan Kronologinya

Jumat, 8 Januari 2021 19:27

BWF

FAJAR.CO.ID, JAKARTAA—Delapan atlet bulutangkis Indonesia dihukum Federasi Badminton Internasional (BWF) setelah terbukti terlibat pengaturan hasil pertandingan atau match fixing. Tiga di antaranya dihukum seumur hidup.

Melalui situs resminya, BWF menyatakan kedelapan atlet itu adalah Hendra Tandjaya (BWF ID 74114), Ivandi Danang (BWF ID 86766), Androw Yunanto (BWF ID 97427), Sekartaji Putri (BWF ID 99009), Mia Mawarti (BWF ID 97080), Fadilla Afni (BWF ID 71946), Aditiya Dwiantoro (BWF ID 58746), dan Agripinna Prima Rahmanto Putra (BWF ID 72715).

Pengungkapan skandal ini berawal pada pada September 2017, di mana BWF diberitahu oleh Whistleblower (“WB”) tentang pendekatan dari HT, sesama atlet bulu tangkis, untuk memanipulasi pertandingan di New Zealand Open pada Agustus 2017. Belakangan ketahuan bahwa HT telah melakukan pendekatan serupa di Scottish Open pada November 2015, dan AS Terbuka pada Juli 2017.

Wawancara pertama dengan HT dilakukan pada tanggal 13 September 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya, terungkap sejumlah fakta pembayaran yang diterima dalam berbagai wawancara

Di Hong Kong Open 2016 (ganda putra): AY menerima 10 juta rupiah; Hong Kong Open 2016 (ganda campuran): AY menerima 10 juta rupiah; Macau Open 2016: HT dan AY masing-masing mendapat 14 juta rupiah; Syed Modi International Badminton Championships 2017: HT dan AY masing-masing menerima 7 juta rupiah; Thailand Open 2017: AY menerima 10 juta rupiah; Tionghoa Taipei Terbuka: taruhan gagal meskipun pertandingan dimanipulasi. FA menerima pembayaran pengeluarannya; Selandia Baru Terbuka 2017 (ganda campuran): HT dan SP masing-masing mendapat 4 juta rupiah; Selandia Baru Terbuka 2017 (ganda putri): SP dan MM masing-masing menerima 10 jutaan rupiah; Vietnam Open 2017 (tunggal putra): jumlah tidak diketahui; dan Vietnam Open 2017 (ganda campuran): AD menerima 5 juta rupiah.

Komentar