BPS Ungkap Alasan Kenapa Cabai Merah Mahal, Ternyata Karena Ini

Ilustrasi cabai merah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Cabai merah menjadi salah satu harga komoditas yang terus menunjukkan kenaikan beberapa bulan terakhir.

Bukan tanpa alasan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, cabai merah menjadi komoditas pangan yang memiliki tingkat margin perdagangan dan pengangkutan (MPP) tertinggi di Sulawesi Selatan. Nilainya mencapai 43,89 persen pada 2019.

“Itu menunjukkan bahwa kenaikan harga cabai merah dari tingkat petani sampai ke konsumen akhir sebesar 43,89 persen,” ungkap Kepala BPS Sulsel, Yos Rudiansyah, Jumat (8/1/2021).

Berdasarkan rantai pasoknya, margin itu berasal dari peta rantai pasok cabai merah dari produsen ke pedagang pengepul. Lalu ke pedagang grosir, eceran hingga akhirnya sampai di tangan konsumen akhir.

“Terputus satu rantai dibanding pola utama tahun sebelumnya, yaitu pedagang grosir,” jelasnya.

BPS juga mencatat komoditas lain MPP terbesar di Sulsel. Di antaranya bawang merah, daging ayam ras dan beras. Margin masing-masing 29,44 persen, 25,30 persen dan 21,62 persen.

“Khusus beras, tercatat menjadi pola distribusi perdagangan tertinggi kesebelas di Indonesia,” jelasnya.

MPP menggambarkan selisih antara nilai penjualan dengan nilai pembelian yang mengikutsertakan biaya pengangkutan. (ikbal/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR