Pengakuan Korban, Ini Modus Sindikat Perdagangan Manusia di Makassar

Jumat, 8 Januari 2021 17:56

Ilustrasi perdagangan manusia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Fakta baru terungkap dalam kasus perdagangan manusia di Kota Makassar. Pengakuan korban, sindikat memalsukan identitasnya seolah-olah sudah dewasa. Padahal masih berumur di bawah 17 tahun.

Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, Tenri A. Palallo mengatakan, bukan hanya KTP, pihaknya banyak menemukan kejanggalan seperti Kartu Keluarga.

“KTP korban dipalsukan, saya lihat sudah 17 tahun. Ini juga ada kejanggalan dalam kartu keluarga (KK), dia menjadi kepala keluarga. Kami sudah berkoordinasi dengan Dukcapil selesaikan persoalan ini,” katanya, Jumat (8/1/2021).

Tenri menguatkan anggapannya dengan adanya tanda tangan dan pergantian uang. Ini modus dan menurutnya adalah kelakuan buruk.

“Karena ada tanda tangan, pemalsuan dan sebagainya. Ini modus kelakukan buruk, kita harus sama-sama berantas,” tambahnya.

Tenri menjelaskan, P2TP2A Makassar telah berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar untuk mendalami kasus ini.

Pihaknya telah mendatangkan psikolog untuk memeriksakan kejiwaan korban. Kemudian, korban akan ditempatkan sementara di rumah aman, untuk proses asesment.

“Sementara tim kami melakukan asesment, itu kami akan mendatangkan psikolog sempat ada gangguan jiwa. Sekarang sudah di rumah aman,” ungkapnya.

Pelaku lanjut Tenri sudah terbang ke Ambon. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.“Sudah di BAP kan Polisi. Ini masih dalam pengembangan,” tutupnya.

Pendamping korban, Lukman mengatakan korban saat ini ditampung di rumah aman. Sebelumnya akan dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial di Ambon.

Komentar