Polemik Tambang Batu Bara di Bone, Gubernur Sulsel: Nanti Saya Laporkan di Menteri

Jumat, 8 Januari 2021 18:00

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah didampingi Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, BONE — Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru baru diketahui oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Padahal aktivitas itu sudah berlangsung berpuluh tahun, dan baru mengantongi izin pada tahun 2008 dan perpanjangan izin kedua pada tahun 2017.

Gubernur NA malah heran, dia pikirnya hanya tambang batu kapur. “Batu bara atau batu kapur?” Tanyanya heran kepada Bupati Bone Jumat (8/1/2021).

“Iye. Ada batu bara Pak Gub. Sudah lama beroperasi,” timpal Andi Fahsar Mahdin Padjalangi.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu pun menganggap batu bara yang ada di Kecamatan Lamuru masih muda. Tetapi belakangan diketahui sudah lama rupanya beroperasi. “Yang pasti lingkungan harus dijaga karena jujur saja lingkungan yang utama,” ujarnya

Saat ditanya soal teguran yang telah dilayangkan oleh DPLH Provinsi Sulsel yang tidak pernah diindahkan. “Kalau itu tidak mengindahkan kaidah lingkungan nanti saya sampaikan pak menteri,” tegasnya.

Aktivitas tambang batu bara di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru sangat merugikan petani. Sebab, sudah enam kali panen petani tak pernah panen sekalipun.

Embun atau cekdam yang berada di Lapettang Dusun Mari-mario, Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru tak bisa lagi dimanfaatkan oleh petani. Semuanya sudah rusak. Termasuk saluran irigasi. Diduga kuat rusak karena aktivitas penambang.

Sumber FAJAR yang tak ingin dikorankan namanya mengaku, ada banyak petani yang merasahkan dampak kekeringan tersebut. “Sekitar 17 orang. Namun mereka takut bersuara. Sebab diancam oleh penambang mengatasnamakan aparat,” ucapnya.

Kata dia, saat ini sudah mulai memasuki musim bercocok tanam padi. Tetapi tak ada upaya dari pihak perusahaan dalam hal ini PT Pasir Walannae untuk melakukan perbaikan. “Ajjana kasi wassele bawang dilellug (jangan cuman keuntungan dikejar). Pikirkan juga masyarakat kasian,” keluhnya.

Sementara Direktur Operasional PT Pasir Walannnae, Junaedy mengaku sudah melakukan tahap reklamasi untuk lubang-lubang bekas tambang. “Penutupan untuk subkon yang bekerja sebelumnya sudah mulai dilaksanakan. Adapun nanti kalau ada yang tidak patuh kami laporkan ke polisi,” ucapnya. (agung/fajar)

Bagikan:
3
1
10

Komentar