Polemik Vaksin Sinovac, HBK: Tak Ada Keraguan Jika BPOM dan MUI ‘Merestui’

Jumat, 8 Januari 2021 17:11

Hamka B Kady

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady berharap adanya kebijaksanaan dari pemerintah dalam menghadapi kenyataan masyarakat yang menolak program vaksinasi Covid-19. Menurutnya, pro kontra vaksinasi menjadi sesuatu yang wajar. Dan ini tidak hanya terjadi di Indonesia tapi itu problem seluruh dunia.

“Vaksinasi ini adalah salah satu cara mengatasi pandemi Covid-19 karena sifatnya hanya menambah imun. Tapi bukan berarti kita malah mengabaikan protokol kesehatan. Kita harus tetap disiplin jalankan 3 M itu,” tutur Hamka B Kady di Makassar, Kamis (7/1/2021).

Kendalanya memang berada pada tahapan vaksinasi tersebut. Dimana hingga vaksin Covid-19 buatan Sinovac, perusahaan biofarma asal Cina tersebut telah terdistribusi ke 34 Provinsi di Indonesia namun izin edar darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM keluar dan kajian kehalalan dari MUI belum jua terbit.

“Yang menjadi simpang siur adalah vaksin ini belum di acc oleh BPOM dan MUI dari segi kehalalannya padahal sudah didistribusikan ke seluruh provinsi. Tapi katanya akan diselesaikan sebelum vaksinasi dilakukan. Kita tunggu saja,” kata Politisi Golkar itu.

Oleh karenanya, ia berharap sebelum vaksin itu disuntikkan pada pekan kedua Januari ini, dua lembaga terkait telah mengeluarkan restunya. Namun, Hamka mengingatkan, sebelum vaksin disuntikkan hendaknya masyarakat memeriksakan kesehatannya terlebih dahulu guna memastikan kesiapan tubuh menerima vaksin.

Komentar