Proyek Museum Habibie Lamban Selesai, Legislator: Pasti Ini Ada yang Salah

Jumat, 8 Januari 2021 15:42

Proyek Museum Habibie

FAJAR.CO.ID, PAREPARE — Legislator menyorot proyek Museum Habibie yang berjalan lelet. Padahal perencanaannya, dianggarkan pada APBD Pokok.

Merujuk data di laman LPSE Kota Parepare, proyek itu mulai ditender Oktober 2020 lalu. Kontraknya berakhir pada 31 Desember 2020. Saat ditinjau Komisi III DPRD, proyek itu masih berjalan. Belum rampung.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Parepare Yasser Latief (YL) menyayangkan proyek yang dianggarkan pada APBD pokok itu tidak selesai tepat waktu. YL menegaskan akan mengevaluasi sistem realisasi fisik yang lelet.

“Ini Proyek sudah menyeberang tahun. Akibatnya, kontraktornya itu didenda. Nah, kami turun ini untuk memastikan agar proyek itu tidak asal jadi,” ujarnya, Jumat 8 Januari.

Bagi Yasser, ini sesuatu yang tidak baik. Mengingat, wali kota sendiri sangat sering mendengungkan yang namanya taat administrasi dan anggaran.

“Pasti ada yang salah ini. Kadis, PPK, hingga lembaga pengadaan barang dan jasa harus dievaluasi,” tegasnya.

Widin Wijaya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), mengatakan, jika pengerjaan bangunan tersebut sebetulnya tidak lamban.

“Itu bangunan memang masuk pokok. Tetapi baru teken kontrak 10 November. Telat ditender karena masuk recofusing dulu,” terangnya.

Sebagai informasi, tidak hanya Museum Habibie yang menjadi salah satu proyek yang berjalan begitu lamban. Sejauh ini, tercatat ada 11 proyek yang pengerjaannya tidak berjalan tepat waktu dan kini menjadi atensi para legislator. (gsa)

Komentar