Rehabilitasi Puskesmas Pembantu di Pelosok, Anggaran RS Batua Dialihkan Rp10 M

Jumat, 8 Januari 2021 21:18

Wahab Tahir

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Komisi D bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar Wahab Tahir memberi atensi khusus kepada pelayanan di puskesmas dan puskesmas pembantu (Pustu). Utamanya di wilayah pelosok.

Lantaran, masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan yang optimal seperti di pusat kota. Apalagi pandemi Covid-19 saat ini tengah melonjak tajam, warga pelosok dikhawatirkan tidak tersentuh pelayanan cepat dan maksimal jika puskesmas di wilayahnya belum memadai.

Oleh sebab itu, DPRD Kota Makassar melalui Komisi D telah meminta Pemkot Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 miliar guna peningkatan pelayanan puskesmas di daerah pelosok.

Anggaran tersebut dialihkan dari rencana anggaran Rumah Sakit Batua yang berpotensi gagal dibangun di 2021 lantaran belum adanya restu dari Polda Sulsel.

“Kita siapkan Rp 10 milliar, jadi larinya ke pengembangan puskesmas, utamanya pustu ini karena kurang mendapat perhatian,” terang Wahab, Jumat (8/1/2021).

Sehingga diharapkan ke depan, Puskesmas Pembantu lebih mumpuni dari segi pelayanan maupun fasilitas medisnya. Para petugas puskesmas pun didorong lebih prima dengan adanya pengalokasian anggaran tersebut.

“Puskesmas merupakan garda terdepan dalam melayani kesehatan di masyarakat. Jadi kita alihkan ke pengembangan puskesmas, termasuk rehab tiga puskesmas di wilayah yang jauh dari pusat kota. Itu sudah kita pikirkan,” bebernya. (endra/fajar)

Komentar