Sudah Transfer Rp100 Juta, Pesanan Tak Dikirim

Jumat, 8 Januari 2021 10:46

TERJEBAK: Lily Yunita memberikan keterangan sebagai korban penipuan yang dialaminya di PN Surabaya. (Dimas Maulana/Jawa ...

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Lily Yunita ditipu distributor sembako. Pemilik toko di Jalan Wonokromo Surabaya itu sudah membayar pesanan gula dan minyak kepada Dwi Yulianto dan Wahyu Firmansyah. Namun, barang pesanan tersebut tidak kunjung diterimanya. Lily merugi hingga ratusan juta rupiah.

Lily menyatakan awalnya memesan pembelian 10 ton beras ke Dwi melalui Wahyu sebagai sales-nya. Wahyu memintanya membayar terlebih dahulu. ”Uang sudah ditransfer dan barang sudah dikirim. Pertama tidak ada masalah,” ujar Lily saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kemarin (7/1).

Setelah itu Wahyu kembali menawarinya minyak goreng. Lily memesan 200 karton minyak. Dia sudah membayar Rp 64,1 juta dengan cara transfer. ”Setelah saya transfer, barang tidak dikirim. Handphone langsung mati,” katanya.

Berselang tidak lama, Dwi melalui sales lain kembali menawarkan gula pasir kepada Lily yang juga tertarik. Uang Rp 100 juta sudah ditransfer. Namun, tidak lama kemudian Lily merasa curiga dengan sales tersebut. Dia yakin sales itu satu jaringan dengan Wahyu. ”Saya datang ke bank minta diblokir. Tapi, Rp 35 juta sudah ditarik. Sisa Rp 65 juta saya tarik lagi,” ucapnya.

Lily percaya saja saat mentransfer uang terlebih dahulu sebelum menerima barang yang dipesan. Terdakwa meyakinkan bahwa uang pembayaran itu untuk memesan barang di pabrik. ”Kalau tidak bayar dulu, tidak bisa keluarin barang dari pabrik,” ucapnya.

Penipuan terhadap Lily terus berlanjut. Dalam aksinya yang ketiga, Dwi kini yang berpura-pura membeli 40 karung gula pasir. Dwi mengirim bukti transfer pembayaran Rp 22 juta melalui WhatsApp kepada Lily. Dwi juga sudah meminta orang suruhannya mengambil barang tersebut di toko Lily. ”Tapi, setelah saya cek, ternyata tidak ada uang masuk ke rekening. Barang sudah diangkut ke mobil orang suruhannya,” kata dia.

Sementara itu, Dwi membantah keterangan Lily. Dia merasa tidak pernah menipunya. Uang Rp 64 juta untuk pembelian minyak goreng sudah dikembalikan ke toko Lily dan diterima karyawannya. ”Saya kembalikan ke admin tokonya karena notanya habis pembelian tidak bisa diproses,” ujarnya.

Selain itu, menurut Dwi, uang Rp 35 juta yang sudah diambilnya telah dibelikan gula pasir ke pabrik. Gula pesanan tersebut juga sudah diantar ke toko Lily. Sisa uangnya tidak bisa diambil karena rekening sudah diblokir. ”Gula pesanan itu sudah dikirim,” katanya. (jpc)

Bagikan berita ini:
5
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar