Begini Sikap Anak hingga Ayah ke Tetangga yang Ditangkap Densus 88

Sabtu, 9 Januari 2021 22:26

Aparat dari Brimob Polda Sulsel berjaga di depan kamar mayat RS Bhayangkara, atas tewasnya dua orang terduga teroris oleh Densus 88.

FAJAT.CO.ID, GOWA — Satu keluarga ditangkap dan diamankan Tim Densus 88 di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Rabu (6/1/2021) kemarin.

Satu keluarga itu terdiri dari tujuh anak, seorang istri dan satu suami yang merupakan bagian dari Jemaah Asharut Daurah (JAD) di Sulsel.

Petugas keamanan yang berjaga di sekitar perumahan terduga teroris itu mengungkapkan, satu keluarga itu dianggap kurang komunikasi dengan warga lain.

“Aktivitasnya itu baik, tidak ada yang mencurigakan, hanya berinteraksi jarang (dengan tetangga),” kata petugas keamanan sekitar, Adhy, Sabtu (9/1/2021).

Selama ia bertugas, satu keluarga itu tak menampilkan gerak-gerik mencurigakan. Apalagi sampai membeberkan dukungannya terhadap ISIS di Suriah.

Dia mengungkapkan, satu keluarga yang dianggap tidak sosialis itu ditangkap usai menunaikan salat subuh. Dari situ, suasana di perumahan itu mendadak heboh.

“Itu kurang lebih sembilan orang, satu keluarga, anak istri dan suaminya di dalam rumah,” beber Adhy.

Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto, membenarkan penangkapan yang kini telah diserahkan ke Polda Sulsel untuk diperiksa lebih lanjut.

Beruntung mereka ditangkap tanpa perlawanan sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

Dari 20 terduga teroris yang ditangkap, dua di antaranya tewas dan satu orang terluka karena melawan saat akan ditangkap oleh Densus 88 di sana. Sementara 17 lainnya, termasuk satu keluarga di Gowa itu juga diamankan. (ishak/fajar)

Komentar