DPRD Sulsel Minta Kenaikan Tunjangan Transportasi dan Perumahan

Sabtu, 9 Januari 2021 08:40

Kantor DPRD Sulsel

Sebetulnya, dia menganggap nilai tersebut kecil ketika dibandingkan dengan kondisi sekarang. Dimana nilai sewauntuk item tersebut terus baik cukup tinggi. “Kasihan anggota dewan sejak 2018 tidak naik-naik. Kalau dibandingkan daerah lain Sulsel jauh dibawah,” ungkap Jabir.

Saat ini standar tunjangan DPRD Sulsel masih pada level sedang. Padahal APBD sudah sangat tinggi. Mencapai Rp10 triliun lebih. Sementara pendapatan capai Rp4,8 triliun. Justru, menurutnya sudah melewati standar sedang dan masuk dalam kategori tinggi.

Jabir pun membandingkan dengan beberapa daerah lain seperti di Kalimantan Timur, Jakarta, hingga Bali. “Di Kalimantan Timur saja tunjangannya sampai Rp40 juta per orang setiap bulan untuk tunjangannya. Jauh dari kita,” ungkapnya.

Hanya saja, Jabir mengakui jika keputusan tetap ada di Pemprov Sulsel. Kata dia, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) akan membentuk tim appraisal. Mereka lah yang menentukan berapa kenaikan yang layak sesuai usulan DPRD Sulsel.

Anggota DPRD Sulsel, Fachruddin Rangga mengatakan, memang setelah studi di beberapa daerah, tunjangan transportasi dan perumahan anggota dewan tergolong renah. Makanya legislator mengusulkan kenaikan. “Tetapi semua kembali ke tim appraisal apakah layak naik atau tidak,” tambahnya.

Bagikan berita ini:
2
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar