Menunggak Rp270 Miliar ke Kontraktor, Ini Penjelasan Pemprov Sulsel

ilustrasi. Foto: pixabay

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak mencapai target menjadi penyebab Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memiliki utang terhadap kontraktor dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Diketahui Pemprov Sulsel belum membayar upah para kontraktor yang telah menyelesaikan pengerjaan di tahun 2020 lalu, begitupun dengan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).

Hal itu dibeberkan oleh Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel, Salehuddin.

Ia menjelaskan target PAD Sulsel 2021 yakni sebesar Rp4,1 triliun, namun total PAD Sulsel hanya mencapai Rp3,8 triliun, yang artinya minus Rp238 miliar lebih.

“Makanya pembayaran terhambat, karena capaian PAD ini. Tunggakan kita kepada rekanan sekitar Rp200 miliar. Belum ada lagi TPP yang juga tak bisa dibayarkan, karena sumber anggarannya dari PAD juga,” kata Salehuddin.

Salehuddin merinci sebanyak Rp200 miliar tunggakan yang harus dibayarkan kepada kontraktor, dan Rp70 miliar untuk TPP. Sehingga totalnya Rp270 miliar.

Selain itu, realisasi PAD juga rendah lantaran transfer dari pusat juga rendah. Seperti untuk pajak rokok yang hanya tercapai 74,51 persen. Dari target Rp898 miliar hanya tercapai Rp669 miliar.

Begitupun, lanjut Salehuddin, Dana Bagi Hasil untuk tahun ini juga ikut mengalami penurunan dengan minus hampir mencapai Rp79 miliar.

“Harusnya kita dapat Rp352 miliar. Tetapi yang masuk dan ditransfer pusat hanya Rp272 miliar. Memang dari pusat sedang defisit, yang berpengaruh ke daerah,” jelasnya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR