SBY Ingatkan Pemerintah: Jangan Bersikap dan Berpikir Begitu, Tuhan tidak Suka

Sabtu, 9 Januari 2021 12:05

Jokowi bersama SBY. (IST)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hadirnya vaksin Covid-19 dari berbagai jenis dan negara pembuatnya, merupakan harapan baru. Sangat mungkin vaksin dan vaksinasi menjadi titik balik bagi pengakhiran pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Karenanya, vaksinasi sebagai program pemerintah dan gerakan nasional haruslah benar-benar sukses yang dibarengi dengan perencanaan matang.

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam penjabarannya di akun Facebook resminya, berpesan kepada pemerintah dan rakyat Indonesia bahwa vaksin memang harapan baru. Namun tidak elok jika berpikir bahwa pandemi akan hilang dengan vaksin.

“Jangan lantaran vaksin sudah datang pasti pandemi akan segera hilang. Setelah itu ekonomi kita akan pulih kembali dan bahkan tumbuh meroket. Jangan bersikap dan berpikir begitu. Tuhan tidak suka,” tegas SBY dikutip pada Sabtu (9/1/2021).

Yang perlu diperhatikan, kata SBY, vaksinasi terhadap rakyat Indonesia yang jumlahnya 200 juta lebih tentu memerlukan waktu. Oleh karena itu jangan sampai upaya mengatasi Covid saat ini menjadi kendor, termasuk dalam menjalankan berbagai pembatasan yang diperlukan.

“Saya mengikuti penjelasan Menteri Kesehatan tanggal 2 Januari 2021 bahwa vaksinasi akan tuntas dalam waktu 3,5 tahun. Satu hari kemudian diralat oleh pejabat senior Kemenkes yang mengatakan bahwa vaksinasi akan selesai dalam waktu 15 bulan. Artinya, vaksinasi terakhir terhadap manusia Indonesia akan berlangsung pada tanggal 13 April 2022,” paparnya.

Komentar