Duet Ganjar-Nurdin Abdullah, Representasi Jawa dan Non Jawa di Pilpres 2024, Apakah Dapat Terwujud?

Minggu, 10 Januari 2021 22:58

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah,

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Representasi Jawa dan non-Jawa pada Pemilihan Presiden telah beberapa kali keluar sebagai pemenang. Sebut saja duet Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 dan Jokowi – Jusuf Kalla pada Pilpres 2014. Mereka adalah hasil ‘perkawinan’ dari wilayah barat dan timur Indonesia.

Berkaca dari fenomena jitu tersebut, apakah mungkin tawaran ‘perkawinan’ antara orang Jawa dan non-Jawa dapat kembali diterima masyarakat dan memilihnya sebagai presiden dan wapres periode mendatang?

Ya, Pilpres 2024 setidaknya tinggal tiga tahun lagi. Tiba-tiba saja duet Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah) – Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan) mencuat.

“Itu sah-sah saja mengingat nama-nama tersebut saat ini cukup dikenal masyarakat dan dianggap memiliki modal awal, paling tidak kedekatan pada partai politik tertentu yang notabene adalah satu-satunya mekanisme yang memungkinkan kandidat untuk menjadi calon presiden dan wakilnya. Itu mungkin saja terjadi,” ujar Pengamat Politik Universitas Hasanuddin, Sukri Tamma kepada fajar.co.id, Minggu (10/1/2021).

Memang, menurut Sukri, untuk menuju Pilpres 2024, sudah semestinya para kandidat mulai menampakkan diri agar sejak awal dapat dikenal masyarakat. Jadi jika sudah ada bermunculan nama-nama kandidat potensial maka itu sebuah kewajaran. Apalagi untuk periode berikutnya tidak akan ada kandidat petahana yang maju mengingat Presiden Jokowi sudah berada pada periode kedua.

Komentar