Duet Ganjar-Nurdin Abdullah, Representasi Jawa dan Non Jawa di Pilpres 2024, Apakah Dapat Terwujud?

Minggu, 10 Januari 2021 22:58

Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah,

Namun untuk mewujudkan pola demikian antara wilayah Barat dan Timur, tentu membutuhkan banyak variabel dukungan.

Pertama, papar Sukri, tentu dukungan tokoh-tokoh partai politik tingkat nasional karena hal ini penting untuk mendapatkan tiket pencalonan. Untuk mendapatkan ini tentu akan melalui persaingan sengit dimana akan banyak nama, baik dari kader internal maupun tokoh dari luar.

“Ini artinya baik Ganjar maupun Nurdin Abdullah harus mampu menjadi yang terbaik diantara pilihan tersebut,” tukasnya.

Nah, untuk mendapatkan itu tentu harus memenuhi syarat kedua yakni prestasi yang diraih selama ini. Hal tersebut penting, mengingat nama-nama yang juga bermunculan bukanlah tokoh biasa, melainkan mereka yang selama ini dianggap punya prestasi.

Variable ketiga, kandidat harus dikenal secara nasional, karena pemilih tentu tidak akan datang dari Jawa Tengah atau Sulsel saja namun seluruh indonesia. Artinya siapapun kandidatnya harus memiliki reputasi nasional.

“Selanjutnya, tingkat popularitas dan potensi elektabilitas mengingat aspek ini nantinya menjadi tolak ukur pantas tidaknya nanti mereka dipersaingkan,” ucap Sukri.

Memang dalam konteks geo-politik pasangan Ganjar-NA mungkin memenuhi kriteria wilayah barat-timur atau secara sosiologis Jawa-non Jawa. Namun pertanyaanya adalah apakah masyarakat berkenan ‘menyetujui’ keduanya sebagai pasangan yang mewakili terminologi tersebut?

“Nah hal hal ini menjadi penting untuk dicermati. Meski sekali lagi sebagai sebuah kemungkinan tentu hal ini dalam politik sah sah saja. Namun apakah betul-betul dapat terwujud nantinya?” imbuhnya.

Bagikan berita ini:
2
4
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar