Duka AHY Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, Berharap Mukjizat Penumpang Masih Terselamatkan

Minggu, 10 Januari 2021 17:32

Agus Harimurti Yudhoyono -- istimewa

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menyampaikan duka cita atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di lepas pantai Jakarta, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.39 WIB.

“Saya, atas nama pribadi & @PDemokrat, turut berduka atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kep. Seribu, kmrn sore,” kata AHY dalam cuitannya di Twitter, Minggu (10/1/2021).

AHY berharap ada secercah harapan penumpang bisa diselamatkan dari peristiwa nahas ini. Ia mengajak masyarakat mendoakan tim SAR bisa menemukan penumpang selamat.

“Kita berharap mukjizat, penumpang masih bisa diselamatkan. Mari kita doakan agar tim SAR bisa menemukan penumpang selamat & korban dari kecelakaan ini,” harapnya.

Tak lupa, putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu memanjatkan doa bagi semua keluarga korban agar senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan.

Ia menilai, kejadian ini menjadi pelajaran bagi pemerintah seluruh rakyat Indonesia untuk sepatutnya meningkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia.

“Doa tulus juga kita panjatkan bagi semua bagi keluarga korban, semoga Allah SWT senantiasa memberikan ketabahan & kekuatan. Bencana ini menjadi peringatan bagi pemerintah & kita semua untuk terus tingkatkan standar keselamatan transportasi di Indonesia,” tutup AHY.

Diberitakan, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan nomor registrasi PK-CLC dinyatakan hilang kontak. Pesawat ini dijadwalkan akan sampai di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, pada pukul 15.15. Namun dinyatakan hilang kontak pukul 14.39.

Belakangan, pesawat produksi tahun 1994 tersebut dipastikan jatuh di perairan Jakarta. Pesawat tersebut diketahui hilang kontak pada pukul 14.39. Dalam waktu 19 detik, pesawat turun curam dari ketinggian 10.725 kaki ke 250 kaki, dengan kecepatan 358 knots –kecepatan tertinggi selama penerbangan. (endra/fajar)

Komentar