HUT ke-48 PDIP, Megawati Soekarnoputri Menangis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tak bisa menahan rasa sedihnya saat mengenang pesan sang bapak, Proklamator RI Bung Karno.

Pesan dari Bung Karno itu, tutur Megawati, mengantarnya ke dalam kepedihan bagaimana dirinya bisa menjalankan politik kebangsaannya hingga saat ini. Suasana duka itu tergambar saat Megawati menyampaikan pidato politiknya secara virtual dalam rangka HUT Ke-48 PDI Perjuangan, Minggu (10/1).

Di usia partai yang menginjak 48 tahun ini, Megawati melewati banyak rasa duka dan senang.

“Saudara-saudara, beberapa hari ini saya merenung. Saya mencoba menggali kembali lembar-lembar perjalanan kehidupan politik yang telah saya lewati. Perenungan spiritual itu mengantarkan saya pada memori terdalam tentang cita-cita dan gagasan politik seorang lelaki, yang saya panggil Bapak Bung Karno,” kata Megawati mulai terbata-bata.

Dengan nada tergagap-gagap menahan emosinya, Megawati pun tak bisa menahan sedihnya. Presiden Kelima RI itu pun menangis terisak-isak.

“Bapak yang telah menempa saya sejak kecil, untuk hidup di jalan pengabdian kepada tanah air dan bangsa. Bapak mengatakan, ‘Saya memohon kepada Allah Subhanahu Wataala, tetapkan-lah kecintaanku kepada tanah air dan bangsa, selalu menyala-nyala di dalam saya punya dada, sampai terbawa masuk ke dalam kubur saat Allah memanggilku pulang’,” kata Megawati mengenang pesan sang bapak sambil terisak.

  • Bagikan