Polarisasi Antar Kubu Meruncing, SBY: Saya Sungguh Prihatin Lingkaran Tentara dan Polisi

Minggu, 10 Januari 2021 13:05

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), (Dery/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sangat khawatir dengan kerukunan masyarakat Indonesia belakangan ini. Menurutnya, harmoni sosial saat ini terasa retak dan jauh dari semangat persaudaraan sebagai bangsa.

“Bermula dari dinamika politik pada Pilkada Jakarta tahun 2017, sepertinya dalam kehidupan masyarakat kita terbangun jarak dan pemisah yang semestinya tak terjadi. Terbangun polarisasi yang tajam di antara kita, baik karena faktor identitas, politik, maupun ideologi,” jelas SBY dikutip fajar.co.id, di akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono pada Minggu (10/1/2021).

SBY menilai, sebagian menganggap mereka yang tidak sama identitasnya, misalnya agamanya, partai politiknya dan juga garis ideologinya adalah lawan. Untuk bicara pun merasa tidak nyaman.

Garis permusuhan ini bahkan menembus lingkaran persahabatan yang sudah terbangun lama, bahkan lingkaran-lingkaran keluarga.

“Saya sungguh prihatin jika lingkaran tentara dan polisi yang harusnya menjadi contoh dalam persatuan dan persaudaraan kita sebagai bangsa juga tak bebas dari hawa permusuhan ini. Keadaan ini sungguh menyedihkan dan sekaligus membahayakan masa depan bangsa kita,” tegasnya.

Saat ini, kata SBY, jika polarisasi antar kubu politik sangat tajam, kehidupan demokrasi pasti tidak sehat. Memilih kandidat dan calon-calon pemimpin, baik di pusat maupun daerah, akan sangat dipengaruhi dan bahkan ditentukan apakah mereka memiliki identitas, paham ideologi dan politik yang sama.

Komentar