Anggiat Bingung, Syarat Lengkap, Masalahnya Dimana?

Senin, 11 Januari 2021 14:59

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga mengaku hingga kini pihaknya masih bingung. Terutama letak persoalan yang membuat anggaran hibah terhambat. Masalahnya dimana ya?

“Karena kami dari industri sudah penuhi semua syaratnya. Karena awal persoalannya bahwa klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia, tanda daftar usaha pariwisata saat ini mayoritas tiga digit. Sementara juknis pencairan harus lima digit dan itupun sudah kita urus ulang di PTSP Makassar,” terang Anggiat.

Proses pengurusan itu pun, lanjutnya telah tuntas dan mestinya hotel dan restoran yang sudah memenuhi syarat berhak mendapatkan bantuan dana hibah. “Semua sudah tuntas. Buktinya sudah ada puluhan hotel dan restoran sudah sempurna persyaratnnya tetapi nyatanya belum cair juga,” keluhnya.

Pihak pengusaha restoran dan hotel sulit menemui titik temu. Proses pencairan dana hibah bantuan Kementerian Pariwisata yang mestinya bisa segera cair masih mengendap di kas daerah.

Plt Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar, Andi Rahmat Mappatoba mengatakan, mekanisme pencairan menjadi kewenangan OPD masing-masing.

“Anggarannya masih ada. Katanya Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar telah bermohon kepada Kementerian agar diberi kelonggaran di 2021,” ujarnya, Minggu, 10 Januari.

Rahmat menjelaskan bantuan hibah dari pemerintah tak boleh asal dicairkan. Apalagi ini langsung dipantau dari pusat. Olehnya, prinsip kehati-hatian dikedepankan.

Bagikan:
1
3
3

Komentar