Penyintas Covid Bisa Divaksin? Begini Kata Vaksinolog

Senin, 11 Januari 2021 08:30

Ilustrasi Vaksin. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Para penyintas atau orang yang telah sembuh dari COVID-19 dianjurkan tetap melakukan vaksinasi. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan.

“Sebetulnya begitu. Tetapi kita harus menyadari stok vaksin ini terbatas. Sehingga didahulukan orang-orang yang sehat,” kata vaksinolog sekaligus dokter spesialis penyakit dalam dokter Dirga Sakti Rambe dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (10/1).

Ia mengatakan para penyintas COVID-19 dianggap telah memiliki sistem kekebalan. Selain itu, bagi orang tanpa gejala (OTG) juga tidak ada masalah jika divaksin.

Karena itu, tidak ada syarat orang yang akan divaksin harus melalui tes usap atau tes antigen terlebih dahulu. “Kalau ada orang OTG yang tervaksin, maka tidak masalah. Justru malah dapat meningkatkan kekebalannya,” jelas Dirga.

Terkait usia orang yang bisa divaksin, lanjut Dirga, hal itu mengacu pada uji klinis di Bandung. Yakni rentang usia 18 hingga 59 tahun. Penyuntikan vaksin pada tahap pertama hanya akan dilakukan pada rentang usia tersebut. Artinya, anak-anak dan kelompok lanjut usia (lansia) tidak divaksin.

“Prinsipnya kita mengedepankan kehati-hatian. Karena uji klinis Sinovac ini hanya melibatkan peserta usia 18 hingga 59 tahun,” katanya.

Namun, ke depan penyuntikan vaksin Sinovac buatan China tersebut tidak menutup kemungkinan dilakukan pada usia 60 tahun ke atas. Dirga mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).

Bagikan berita ini:
5
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar