PSBB atau Pembatasan Jam Malam, Syamsuddin Raga: Aturan Harus Ditegakkan dengan Punishment

Senin, 11 Januari 2021 14:52

Syamsuddin Raga

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemberlakuan jam malam oleh Pemkot Makassar akan berakhir hari ini, Senin (11/1/2021). Angka kasus harian Covid-19 semakin tinggi, yang merupakan akibat dari berbagai akumulasi dan efek dari banyaknya kerumunan dan tidak taat terhadap protokol kesehatan.

Anggota Komisi A DPRD Makassar Syamsuddin Raga mengkritik kebijakan tersebut. Menurutnya pembatasan jam malam yang bertujuan untuk menekan penularan Covid-19 tersebut justru tidak tepat sasaran.

“Buktinya di siang hari warga tetap berkerumun. Kita lihat ruang-ruang publik tetap ramai seperti tidak ada virus Corona,” tutur Syamsuddin Raga, Senin (11/1/2021).

Lalu di malam hari pemerintah melakukan pembatasan. Kebijakan ini dinilainya ngawur. Seharusnya, kata Politisi Partai Perindo itu, jika jam malam diberlakukan juga dibarengi dengan pengawasan ketat disertai penindakan jika ada yang melanggar.

“Jadi aturan itu jangan hanya di atas kertas. Jangan cuma wacana saja tapi tidak ada penindakan yang melanggar. Termasuk di siang hari jugaa harus diawasi ketat bagi yang melanggar protokol kesehatan. Menurut hemat saya, aturan bisa ditegakkan jika ada punishment. Kalau hanya himbauan saja, percuma saya rasa,” tegasnya.

Setelah berakhirnya pembatasan jam malam, saat ini Pemkot Makassar tengah mengkaji apakah akan diperpanjang atau justru mengambil langkah pembatasan gerak secara menyeluruh atau PSBB.

Syamsuddin mengingatkan, jika pun PSBB ditempuh, pemkot harus memenuhi kebutuhan masyarakat baik secara ekonominya, hingga menyalurkan bantuan sosial di masa kebijakan PSBB berlaku.

Komentar