Surpres Calon Kapolri, IPW: Istana Masih Godok Paket Gatot-Sigit

Senin, 11 Januari 2021 20:04

Komjen Gatot Eddy dan Komjen Listyo Sigit

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkap banyak pihak, terutama jajaran Polri yang mempertanyakan kenapa Presiden Jokowi belum juga mengirimkan Surpres (Surat Presiden) ke DPR tentang Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis.

“Sehingga situasi ini memunculkan berbagai spekulasi adanya tarik menarik di elite kekuasaan tentang penunjukan Kapolri baru,” kata Neta, Senin (11/1).

Ia menjelaskan IPW mendapat informasi surpres yang berisikan nama Kapolri baru itu akan dikirimkan Jokowi ke DPR pada Rabu 13 Januari 2021.

Menurut Neta, alasan dipilihnya hari Rabu, karena hal ini berkaitan dengan kebiasaan Jokowi yang kerap menunjuk atau merombak kabinetnya pada Rabu pahing atau legi.

“Dan Rabu (13/1) lusa adalah wage,” tegasnya.

Neta mendapat informasi bahwa surpres soal Kapolri baru itu akan dibawa Mensesneg Pratikno.

“Diserahkan langsung kepada Ketua DPR Puan Maharani pada Rabu 13 Januari 2021 pukul 11.00,” ungkap Neta.

Lantas, siapa yang bakal menjadi Kapolri? Neta menegaskan bahwa yang tahu persis hanya Jokowi karena soal kapolri adalah hak prerogatif Presiden.

Namun, kata dia, sejak beberapa pekan lalu, ada gagasan dari lingkungan Istana Kepresidenan untuk membuat satu paket pergantian Kapolri dan Wakapolri.

Yakni menaikkan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menjadi Kapolri pengganti Idham Azis. Kemudian mendorong Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Pramono menjadi Wakapolri menggantikan Gatot Eddy Pramono.

Komentar