Vaksin Sinovac di Indonesia Manjur 65,3 Persen, BPOM Keluarkan Izin Penggunaan

Senin, 11 Januari 2021 17:36

Kepala BPOM Penny K Lukito (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Setelah berbulan-bulan menunggu hasil kemanjuran atau efikasi vaksin Sinovac asal Tiongkok yang diuji di Bandung, akhirnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin.

Berdasarkan hasil uji klinis fase 1 dan 2 di Tiongkok, lalu hasil uji klinis di Bandung dan hasil interim, menunjukkan vaksin Sinovac di Indonesia manjur 65,3 persen.

Berdasarkan data tersebut, sesuai data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minimal batas kemanjuran yakni 50 persen, Kepala BPOM Penny K Lukito akhirnya menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) pada Senin (11/1). Sehingga vaksinasi untuk melawan Covid-19 akan segera bisa dilaksanakan.

Menurut Penny, hasil evaluasi terhadap data dukung keamanan vaksin dengan nama CoronaVac yang diperoleh dari Turki, Brasil dan Indonesia setelah 3 bulan uji klinis fase 3 dan laporan interim tim riset Universitas Padjajaran, vaksin CoronaVac disebut aman dengan kejadian efek samping ringan hingga sedang. Ringan seperti nyeri pembengkakan di lokasi suntikan, nyeri otot dan demam. Dengan derajat berat, diare hanya 0,1 persen.

“Efek samping itu tak berbahaya dan dapat pulih kembali,” tegasnya dalam konferensi pers virtual, Senin (11/1).

Hasil evaluasi terhadap data dukung dan hasil evaluasi, Penny menyebutkan CoronaVac menunjukkan antibodi dalam tubuh, dan membunuh serta menetralkan virus. Dilihat dari uji fase 1 dan 2 di Tiongkok dan juga uji klinis fase 3 di Bandung, menunjukkan imunogenisitas menunjukkan hasil yang baik.

Komentar