Warga Menolak Vaksin, Pj Wali Kota Makassar Pastikan Tidak Ada Sanksi

Foto : Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan tidak akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang menolak untuk divaksin.

“Saya sendiri berpikir tidak perlu kita selalu menghadapkan warga kita dengan sanksi,” ungkap Rudy saat ditemui di Rujab Wali Kota Makassar, Senin (11/1/2021).

Menurut Rudy, masyarakat tidak perlu dipaksa untuk melakukan vaksin. Sebab, mereka akan sadar sendiri pentingnya vaksin untuk mencegah penyebaran virus Covid 19.

“Yang perlu adalah memberikan kesadaran bahwa ini demi kepentingan mereka sendiri, demi kepentingan kita bersama, sehingga dibutuhkan kesadaran dan saya kira pada waktunya nanti masyarakat kita akan sadar bahwa ini adalah suatu kebutuhan,” ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan menggelar vaksin tahap pertama 14 Januari mendatang. Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) akan didahulukan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar, Agus Djaja Said menyebut total 1507 SDMK akan divaksin sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Makassar hanya kebagian di puskesmasnya itu yang kurang lebih 1.507 orang,” ungkap Agus saat dihubungi.

Agus menambahkan, pihaknya masih berupaya untuk menambah jumlah nakes yang akan divaksin. Hal itu sudah ajukan ke Kemenkes, apakah disetujui atau tidak.

“Kita lagi usahakan tambahannya. Mudah-mudahan itu bisa disetujui oleh Kemenkes RI. Sekitar 200-300 lah,” ucap Agus.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR