Gugatan Praperadilan HRS Ditolak, Ferdinand: Semoga JPU Menuntut Maksimal

Selasa, 12 Januari 2021 20:17
Belum ada gambar

Ferdinand Hutahaean (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Politikus Ferdinand Hutahaean menyebut putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan praperadilan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) sudah tepat.

“Sejak awal saya menduga praperadilan Rizieq Sihab akan ditolak oleh Hakim. Prosedur yang dijalankan penyidik sudah sesuai KUHAP, alat bukti cukup,” katanya dikutp dari akun Twitter @FerdinandHaean3, Selasa (12/1/2021).

Mantan kader Partai Demokrat itu berharap nantinya pengadilan memberikan hukum yang setimpal atas kasus yang dilakukan HRS.

“Dengan penolakan praperadilan ini, maka saya meyakini nanti Rizieq akan divonis bersalah oleh Hakim. Semoga JPU menuntut maksimal,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Akhmad Sahyuti menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Hakim menyebut penetapan tersangka dan penahanan Rizieq telah sesuai prosedur.

“Mengadili, menolak praperadilan pemohon dan membebankan biaya perkara kepada pemohon senilai nihil,” kata Hakim Akhmad Sahyuti membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dihadiri pihak pemohon dan termohon, Selasa (12/1).

Hakim berpendapat penetapan tersangka terhadap Rizieq sesuai prosedur karena telah memenuhi dua alat bukti yang sah.

Dengan ditolak permohonan praperadilan ini, proses hukum terhadap Rizieq terus berlanjut.

Diketahui, Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan Petamburan yang terjadi tanggal 14 November 2020.

Penyidik Polda Metro Jaya menahan tersangka pelanggaran protokol kesehatan Rizieq Shihab sejak Minggu (13/12).

Rizieq dianggap menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kerumunan Petamburan di tengah pandemi Covid-19 dengan jeratan Pasal 160 KUHP dan Pasal 216 KUHP. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar