Kapolri Baru Dilantik Februari, Ini Permintaan Dosen UMI

Selasa, 12 Januari 2021 17:52

Korban salah tangkap, Andri Mamonto (tengah kemeja motif hijau bergaris) saat berada di kantor PBHI Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Isu pergantian Kapolri baru ramai dibahas. Jika tak aral melintang, pengganti Jenderal Idham Azis akan dilantik paling lambat bulan Februari mendatang.

Namun di sisi lain, masih ada kasus yang dianggap belum tuntas diselesaikan oleh Kapolri sebelumnya, Jenderal Idham Azis.

Seperti yang dialami oleh salah seorang dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andri Mamonto. Dia menjadi korban salah tangkap oleh aparat pada Oktober 2020 lalu.

Padahal menurut dia, dirinya bukanlah bagian dari massa aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang berakhir bentrok di Makassar kala itu.

Namun ia justru disiksa lalu diangkut ke mobil tahanan dan dibawa ke Polrestabes Makassar untuk diproses. Di sana, Andri pun disiksa dan mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya.

Dosen muda berusia 28 tahun ini pun berharap penuh kepada Kapolri yang baru, agar musibah yang menimpa dirinya bisa diungkap dan dihukum sesuai aturan dalam Polri.

Ia pun masih trauma atas peristiwa itu, meski telah terjadi sekitar dua bulan lebih.

“Trauma pasti ada. Tapi alhamdulillah masih bisa saya kontrol. Tapi paling buruknya, ini berdampak ke banyak hal. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas sehari-harikusehari-hariku,” katanya kepada Fajar.co.id, Selasa (12/1/2021).

Kasus ini pun dikawal oleh Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sulsel. Bahkan telah meminta Komnas HAM lalu bersurat ke Polda Sulsel. Namun belum ada hasil.

Komentar